Kades Sumput Mempersulit Izin Pembelajaran Tatap Muka Untuk Siswa MI

Kades Sumput Mempersulit Izin Pembelajaran Tatap Muka Untuk Siswa MI

Kepala Desa (Kades) Sumput, Sutaji

Prorakyat.co - Sungguh miris. Saat hampir semua wilayah sedang melakukan uji coba untuk pembelajaran tatap muka, namun itu tidak berlaku di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Padahal, status Desa Sumput masuk zona kuning atau disebut juga zona risiko rendah dalam penyebaran pandemi covid-19.

Dalam rapat pada Sabtu (17/4/2021) di Balai Desa Sumput, seluruh aparatur desa, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, BPD, sepakat menerima dan mengijinkan pembelajaran tatap muka di wilayah Desa Sumput. Namun, Kepala Desa (Kades) Sumput, Sutaji, memutuskan sebaliknya.

"Bapak Kades Sumput berbelit-belit dan tidak mau memberikan surat keterangan dari desa untuk izin pembelajaran tatap muka. Desa lain sudah banyak yang memberikan izin, kecuali Desa Sumput," ujar N, salah satu guru MI Nurul Huda.

Sikap Sutaji itu setidaknya tampak saat MI Nurul Huda mengajukan permohonan izin untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

"Kami sangat kecewa kepada Kades Sumput yang terkesan arogan, tidak mementingkan ke pendidikan yang sudah tertinggal lama, dan pembelajaran tidak bisa tatap muka karena dampak pandemi covid 19. Tim verifikator Kemenag Kecamatan Driyorejo yang diwakili Ibu Masriyati sudah memberikan izin kepada kami, tapi kenapa Kades Sumput malah menolaknya," katanya.

Dia menilai, keputusan Sutaji ini bertolak belakang dari kebijakan Bupati Gresik. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengizinkan siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka mulai Senin (19/4/2021).

Kegiatan belajar mengajar tersebut diawali dengan pelaksanaan Ujian Sekolah untuk siswa Kelas 6 SD dan Kelas IX SMP. (did)