Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto Mulai Dibentuk

Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto Mulai Dibentuk

Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto

MOJOKERTO – prorakyat.co |  Satgas Anti Korupsi Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK) terus memperluas wilayah kepengurusannya. Setelah membentuk kepengurusan di wilayah Kota Surabaya, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan beberapa daerah lain, kini giliran di Mojokerto yang mulai terbentuk.

Satgas Anti Korupsi KORAK di Mojokerto secara resmi dibentuk kepengurusanya pada Jumat, 15 Januari 2021. Pembentukan kengurusan Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto ini dihadiri puluhan calon pengurus Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto. Sebelum dibentuk kepengurusan, mereka terlebih dahulu mendapat arahan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) KORAK, Syueb, SE didampingi Ketua Harian DPP Satgas Anti Korupsi KORAK, Efianto,SH.

Dalam sambutannya, Syueb mengatakan bahwa tidak mudah untuk bergiat sebagai aktivis anti korupsi. Apalagi, mereka akan dihadapkan pada oknum-oknum pejabat yang memiliki kekuasaan dan kekayaan. Belum lagi waktu yang dihibahkan untuk setiap kegiatan dalam mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan.

Namun Syueb yakin, Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto bakal solid dan mampu menjadi salah satu organisasi yang disegani di Mojokerto. Nantinya setelah resmi mendapat Surat Keputusan (SK) dan dilantik, Syueb berharap kiprah Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto mampu menjadi bagian dari lembaga yang memberantas korupsi di Mojokerto, disamping Kejaksaan, KPK, Kepolisian, Inspektorat, dan instansi maupun Lembaga pemerintahan lain.

“Kami berharap ada sinergi dari calon pengurus Satgas Anti Korupsi KORAK Mojokerto yang terbentuk ini. Sinergi dengan Kepolisian, Kejaksaan, Inspektorat, maupun Lembaga lain. Tapi jangan segan jika diantara itu ada oknum yang melakukan dugaan tindak korupsi, kolusi, maupun nepotisme, laporkan. Jangan takut,” tegas Syueb.

Adapun yang terpilih sebagai Ketua Satgas Anti Korupsi KORAK ialah Siti Ruqoiyah. Moh Faisol Aminuddin dipilih sebagai Sekretaris, dan Bendahara ialah Mulyati. Selain dari 3 jabatan tersebut, masih ada struktur di bawahnya yang nantinya mendukung jalannya organisasi.

“Semoga amanah dalam mengemban tugas mulia ini,” tandas Syueb. (ean86)