Terlalu Advokat di Ponorogo Diduga Gelapkan Uang Penjualan Tanah

Terlalu Advokat di Ponorogo Diduga Gelapkan Uang Penjualan Tanah

Padi pejuang perang didampingi kuasa hukumnya Parlindungan Sitorus, SH.MH

Reporter : Efianto, SH

PONOROGO – PRO RAKYAT

Terlalu…entah otak kotor apa dibenak pikiran seorang Advokat berinisial EHC warga Dukuh Krajan Desa Cepoko  Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo yang patut diduga tega gelapkan uang hasil penjualan tanah warisan sebesar Rp.676.685.000 hak milik Padi warga Desa Dolop Kec. Dolopo Kab.Madiun.

Parlindungan Sitorus, SH.MH selaku kuasa hukum Padi mengatakan melalui surat nomor Nomor : PASI.059/ADVOKAT/X/2020 tertanggal 23 Oktober 2020 pihaknya telah menyampaikan Peringat (Somasi.red), namun diabaikan.

“Sepertinya, rekan Advokat inisial EHC ini nggak ada niat baik. Karena itu, hari ini melalui pesan wahtshap kami telah menyampaikan surat peringatan terakhir kepada rekan Advokat insial EHC,” kata Parlindungan Sitorus, SH.MH kepada wartawan Selasa (27/10).

Parlin menjelaskan, awal mulanya rekan Advokat insial EHC ini mendapat kuasa untuk mengurus harta warisnya milik Padi. Kemudian, tanah waris milik Padi tersebut laku terjual sebesar Rp.2.100.000.000.

Lalu, pembeli membayar 75 % dari harga jual. Namun, anehnya uang penjualan 75 % sebesar Rp. 1.575.000.000 masuk ke rekening Advokat insial EHC. Kemudian, anak penjuang perang ini menagih uang penjualan tanah tersebut. Tapi oleh Advokat insial EHC, pembayarannya dicicil-cicil hingga sisa Rp.676.685.000.

“Ditagih sisanya, Advokat insial EHC malah marah-marah dan mengancam.,” ungkap Ketua Umum Organisasi Advokat Lawyer & Legal ini.

“Tapi kami tetap menunggu niat baik rekan Advokat ini. Apabila, somasi terakhir kami tidak dilaksanakan, dengan terpaksa perkara ini akan kami bawa ke ranah hukum,” tambah Parlin

 

Editor : Sueb, SE