Usus Tuntas Kasus Import Kulis Sapi

Ormas KORAK serukan Mabes Polri Ungkap Kasus Kulit Sapi Ilegal

Ormas KORAK  serukan Mabes Polri Ungkap Kasus Kulit Sapi Ilegal

Gudang Importir Kulit Sapi Import (ist)

Sidoarjo-prorakyat.co | Pemanfaatan kulit Sapi untuk kepentingan manusia itu berjalan searah dengan perkembangan peradaban manusia. Dari keseluruhan produk sampingan hasil pemotongan ternak, maka kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis yang paling tinggi. 

Pengajuan rekomondasi impor hewani tidaklah sulit, bahkan ditengarai menjadi lahan bisnis yang basah oleh oknum pejabat tertentu di Provinsi Jawa Timur, seperti para importir kulit sapi mentah garaman, ataupun kulit kering, padahal sudah jelas bahkan pernah terjadi pada tahun 2012 yang lalu pemusnahan kulit mentah garaman hasil selundupan yang tidak diizinkan seperti kulit bagian kepala sapi dan potongan kulit tubuh lainnya, yang kebanyakan dijual untuk komsumsi manusia.

Merebaknya pengusaha importir kulit mentah garaman dan kulit kering (crust), berdasarkan investigasi Ormas KORAK, di diduga ada importir nakal yang menjual kilit sapi import yang seharusnya untuk industri, akan tetapi dipergunakan untun pangan, seperti di pergudangan Save n Lock Lingkar Timur Sidoarjo, blok AA 5221, dan Pergudangan Miko Abadi l blok A25 di Gedangan Sidoarjo ini tergolong importir nakal.

Diketahui baru baru ini di kedua gudang tersebut, kedatangan kontainer bermuatan kulit sapi mentah garaman jenis kepala sapi dan kulit sapi kering China dan dari berbagai Negara lainnya masuk dan bongkar di gudang melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tanpa kawalan dan pengawasan dari petugas Balai Karantina.

gudang_kulit_sapi

Dari pantau wartawan prorakyat.co di lapangan, maraknya impor kulit sapi yang seharusnya dipergunakan untuk kebutuhan industri bukan untuk pangan. Dugaan jual beli kulit sapi import untuk keperluan industri tapi disalahgunakan untuk konsumsi atau dijadikan bahan pangan

Meliat hal tersebut Ormas Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK) melalui Sekretaris Jendral, Syueb mengatakan "Seharusnya, kulit sapi tersebut digunakan untuk produk kerajinan seperti sandal dan sepatu berbahan kulit, tetapi disalahgunakan untuk produk makanan," katanya.

Investigasi yang dilakukan Ormas KORAK, terliat, begitu kontainer bongkar muat, para tengkulak pengerajin pangan langsung menyerbu, baik pengerajin lokal ataupun luar kota, dengan pengambilan besar besaran, dalam waktu hitungan tak sampai 24 jam 1 kontener ludes.

menurut salah satu tengkulak pengerajin lokal yang tidak mau disebutkan waktu itu," kulit kepala sapi garaman impor ini tebal, dan murah, sehingga banyak peminatnya mas" terangnya.

Dengan temuan ini patut diduga adanya jaringan besar papan atas sekelas Jendral berbintang di balik importir kulit, mulai Dinas Peternakan Pemprov Jatim, Syahbandar, Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, yang sering meloloskan masuknya kulit mentah garaman dan kering dari negara lain untuk komsumsi manusia.

“ Dari modus operandi yang dilakukan dan gudang yang belum ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Produk Hewan (IKPH) oleh Badan Karantina Pertanian dan juga kulit yang digunakan sebagai bahan pangan” jelas Syueb.

Lebih lanjut, Syueb mendesak Mabes Polri menangkap importir kulit yang menyalahgunakan ijin untuk konsumsi manusia. Ia mengatakan importer bisa terancam dikenakan pasal 89 ayat 1 UU RI nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

“Impor kulit sapi boleh, tapi untuk kegiatan bahan baku produksi seperti bahan kerajinan sepatu, tas dan lainnya. Sedang untuk diolah sebagai makanan manusia jelas dilarang dan melanggar Undang-Undang pangan dan UU Karantina dan UU Kesehatan. Saya meminta Mabes Polri turun untuk menangkap para importir yang meracuni bangsa Indonesia dan khususnya warga Jawa Timur,” ujar Syueb.

"kita akan kawal dan akan terus awasi kegiatan importir kulit sapi import ilegal, jika memang tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum, kita akan kerahkan anggota kita untuk sampaikan aspirasi kepada pihak terkait.: tegas Sekjen Ormas KORAK.(ndra/tim)