Manajemen Hotel Garden Palace Surabaya Enggan Memberi Gaji Dan THR Karyawan

Manajemen Hotel Garden Palace Surabaya Enggan Memberi Gaji Dan THR Karyawan

Demo karyawan Garden Palace Hotel menuntut gaji dan THR

Surabaya, Prorakyat.co - Sejumlah karyawan Garden Palace Hotel Surabaya menggelar aksi damai di depan area hotel tersebut, pada Selasa (19/5/2020). Mereka menuntut gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga saat ini belum diberikan oleh pihak manajemen.

Salah satu karyawan, M Hasan mengatakan, sudah tiga bulan ini sebanyak 250 karyawan tidak digaji, tepatnya pada Februari sampai April 2020.

Selain itu, uang servis selama tiga bulan mulai Januari hingga Maret 2020 juga belum dibayarkan. Ironisnya, pihak hotel bakal setuju memberikan gaji tapi karyawan harus menandatangani berkas yang dianggap merugikan karyawan.

"Setelah kita menuntut hak kita kok malah kita diberikan surat Perjanjian Kerjasama dan disuruh tandatangan. Ya kita tidak mau. Jika kita menandatangani surat tersebut, kita akan di PHK dan hak-hak kita dicicil. Kita bukan bank atau leasing. Kok gaji, THR, uang service mau dicicil? Ini yang membuat kita keberatan," katanya saat aksi.

Sementara itu, Sintia Tara (24), salah satu karyawan bagian pastry mengeluhkan yang terjadi saat ini. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dan PSBB saat ini.

"Saya bingung harus ngapain setelah ini. Pandangan saya saat ini cuma ingin berdagang untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi covid-19 yang tak kunjung selesai," keluhnya.

Dalam aksinya, para karyawan hotel yang sudah bekerja puluhan tahun ini membentangkan beberapa spanduk bertuliskan "Kerja Serius Gaji Bercanda, Perlakukan Kami Sebagai Manusia, Berikan Hak Kami Gaji, Servis dan THR, pokoke bayaren dan lainnya".

Belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen hotel. Tidak ada satupun perwakilan managemen yang hadir dalam audiensi di kantor Disnaker Jatim sampai saat ini. Bahkan, keterangan dari salah satu aksi demo mengatakan, pihak manajemen mangkir atas surat undangan dari pihak Disnaker Propinsi Jawa Timur. (RS)