Polsek Sungai Mandau, Diduga Tabrak KUHAP dan Perkap Kapolri

Polsek Sungai Mandau, Diduga Tabrak KUHAP dan Perkap Kapolri

Reporter : Minarto, SH

 SURABAYA - PRO RAKYAT  

 Kuasa hukum Tersangka Pencabulan, Parlindungan Sitorus, SH menilai dalam melakukan penangkapan Penyidik Polsek Sungai Mandau tidak melaksanakan sesuai perintah KUHAP dan Perkap  Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

 Parlin menerangkan Pelapor mengaku pencabulan diterjadi pada tanggal 22 Januari 2020 sementara Laporan Polisi Nomor : LP/02-B/I/2020/Riau/Resort Siak/Sektor Sei Mandau dibuat tanggal 29 Januari 2020 dan Terlapor ditangkap tanggal yang sama yakni tanggal 29 Januari 2020.

 “Ini menyalahi aturan. Terlapor bukan tertangkap tangan semestinya Penyidik melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan alat bukti permulaan yang cukup,” kata Parlindungan Sitorus, SH, Sabtu (07/03/2020).

 Dari pengakuan keluarga, lanjut Parlin, saat penangkapan dan pemeriksaan Tersangka dipukuli. Menurut Parlin, setiap petugas Polri dilarang melakukan penyiksaan tahanan atau terhadap orang yang disangka terlibat dalam kejahatan. Hal ini juga berkaitan dengan salah satu hak yang dimiliki oleh tahanan, yaitu bebas dari tekanan seperti diintimidasi, ditakut-takuti dan disiksa secara fisik.

 “Penyidik tidak boleh menggunakan kekerasan, kecuali dibutuhkan untuk mencegah kejahatan membantu melakukan penangkapan terhadap pelanggar hukum atau tersangka sesuai dengan peraturan penggunaan kekerasan,” tegas Parlin.

 Parlin berjanji untuk mendapatkan perlindungan hukum pihaknya akan mengajukan gugatan Praperadilan. “Perintah penangkapan tidak dapat dilakukan dengan sewenang-wenang, tetapi ditujukan kepada mereka yang betul-betul melakukan tindak pidana,” papar mahasiswa akhir Magister Hukum ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan, kasus ini berawal saat Tersangka “ZH” sedang menagih hutang disalah satu rumah warga. Saat menungggu pelapor sebut saja bunga yang masih di bawah umur masuk ke rumah warga tersebut. Kamudian, pelapor mengaku dicium dan diraba oleh Tersangka.

 

Editor : Efianto, SH