Komplotan Curanmor di Bekuk Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya

Komplotan Curanmor di Bekuk Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana (kiri), menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus curanmor. - Polrestabes Surabaya

Reporter : Rosyid

Surabaya - Prorakyat.co | Komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Surabaya berhasil di bongkar Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus tersebut terbongkar setelah polisi jeli melihat kunci motor Yamaha NMax bernopol L 2416 UF yang digunakan Rosidi (31) warga Bancang Madura, rusak.

Polisi mencurigai kendaraan Yamaha NMax yang dipakai Rosidi, ketika di hentikan, Ia kemudian diperiksa, dan diinterogasi dari mana motor yang dikendarainya. Meski sempat mengelak, Rosidi akhirnya mengaku jika motor itu dibelinya dari seseorang dengan harga 5 juta rupiah dan merupakan barang hasil curian.

"Berawal dari situ, kami lakukan pendalaman, hingga akhirnya melakukan pengembangan terhadap tiga orang lainnya," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Selasa (25/2/2020).

Dari hasil pengembangan ketiga orang berhasil di amankan Yunus (32) warga Balongsari Praja, Ahmad Zainul (40) warga Kalianak Barat dan M Zainuddin (38) warga Bumisari Praja Selatan.

Mereka merupakan pelaku yang mencuri motor Yamaha N Max tersebut di wilayah Lakarsantri surabaya.

"Kami lakukan penggeledahan di rumah tersangka dan temukan kunci T yang sudah diruncingkan," tambahnya.

Ketiganya pun mengaku jika telah tiga kali mencuri motor di wilayah Surabaya, dan satu lagi di Gresik.

Sasaran ketiganya merupakan motor-motor baru lantaran memiliki harga jual yang tinggi.

"Ya kayak N Max, PCX, pokoknya yang harga jualnya masih tinggi. Itu satu bisa 5 sampai 7 jutaan. Jualnya di Madura," aku Yunus, salah satu otak pelaku kejahatan.

Kini, ketiganya harus mendekam ditahanan Mapolrestabes Surabaya dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.