Tiga Tas dan Satu Kardus diamankan KPK Saat Penggeledahan di Kantor Pengacara

Tiga Tas dan Satu Kardus diamankan KPK Saat Penggeledahan di Kantor Pengacara

KPK saat mengeledah kantor pengacara Rahmat Santoso &Partner jalan Prambanan 5 Surabaya

Reporter : Efianto

Surabaya-Prorakyat.co| KPK mengeledah kantor pengacara Rahmat Santoso & Patners di Jalan Prambanan Nomor 5 Surabaya mulai pukul 15.00 sampai 16.40 wib, pengeledahan dilakukan KPK dengan menyisir satu demi satu ruangan yang berada di Kantor tersebut.

Dalam pengeledahan KPK mendapat pengawalan ketat dari Polda Jatim. Tampak sejumlah barang bukti tiga tas dan satu kardus di bawa keluar dari kantor pengacara Rahmat Santoso & Partner.

Menurut salah satu pegawai kantor pengacara Rahmat Santoso & Partner, ada sekitar 10 orang di dalam memeriksa kantor “Ada 10 orang yang ada didalam,”kata Timbul, Pegawai Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners saat dikonfirmasi awak media.

Sementara penggeledahan KPK ini mendapat pengawalan ketat dari Polda Jatim. Mereka tiba di Kantor Pengacara Rahmat Santoso sekitar pukul 15.00 Wib.

Penggeledahan tersebut  dikabarkan ada kaitannya dengan mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, yang kini menjadi DPO KPK. Dikabarkan juga, pemilik kantor pengacara itu memiliki hubungan kekeluargaan dengan istri Nurhadi.

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA. Penerimaan gratifikasi itu tidak dilaporkan KPK dalam jangka 30 hari kerja.

KPK lalu memasukkan Nurhadi, Rezky, dan Hiendra ke daftar pencarian orang (DPO). Keberadaan ketiga buron KPK itu hingga kini belum diketahui.