Dana ADD Tidak Cair, Warga Memblokir Jalan Slindet-Banu Desa Temon Ngrayun Ponorogo

Dana ADD Tidak Cair, Warga Memblokir Jalan Slindet-Banu Desa Temon Ngrayun Ponorogo

Warga Memblokir Jalan Masuk Desa Temon Ngrayun Ponorogo

Reporter : Suwandi

Ponorogo - Prorakyat.co | Keresahan warga Desa Temon Kec. Ngrayun semakin memanas ketika proyek rabat jalan Slindit-Banu alokasi Dana Desa Tahun 2019 yang telah selesai dikerjakan masih mensisakan sejumlah masalah pada warga masyarakat tersebut.

Dalam grup Whatapps di masyarakat Temon pun juga cukup panas membincangkan hak pekerja yang belum terbayarkan tersebut.

Pasalnya, proyek padat karya yang bersumber Dana Desa Tahun 2019 tersebut tidak sesuai dengan hasil kesepakatan Musyawarah Warga, dimana salah satu hasil kesepakatannya adalah proyek Dana Desa tersebut dikerjakan oleh masyarakat penerima program, sehingga antusias dan respon dari masyarakat sekitar sangat positif mendukung.

Sampai berita ini diturunkan, sudah lebih dari empat bulan hak pekerja pada proyek padat karya tersebut belum juga terbayarkan dengan alasan dana belum cair. Rabat jalan yang panjangnya 226 meter menghabiskan dana sejumlah Rp. 59.000.000.

Dari informasi Suryanto selaku TPK Proyek tersebut, bahwa belum ada pencairan dana sisa anggaran tersebut dari desa, juga tidak mengetahui mengapa sisa dana tersebut juga tidak cair sampai saat ini. Senin, (23/2/2020) saat dikonfirmasi oleh Jurnalis Pro-Rakyat.

Lebih lanjut Suryanto berharap masyarakat tidak melanjutkan aksi blokir tersebut, dikarenakan akan mengganggu jalannya perekonomian masyarakat setempat.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Kades Temon, Joko Prasetyo belum bisa dikonfirmasi atau terhubung lewat telepon.

Pemblokiran jalan rabat ini mengakibatkan terhambatnya roda ekonomi. Masyarakat berharap kasus ini segera ada jalan keluar dari Pemerintah Desa Temon Kecamatan Ngrayun Ponorogo.