FIF Group Jombang Somasi 12 Debitur Nakal

FIF Group Jombang Somasi 12 Debitur Nakal

Breach Manager FIF Group Jombang Budi Susanto di damping Minarto, SH saat mengikuti sidang gugatan terhadap debitur nakal di PN.Jombang

Reporter : Minarto, SH

 JOMBANG – PRO RAKYAT

 FIF Jombang melalui kuasa hukumnya dari Klinik Hukum Parlind’Sitorus Law Firm melalui surat menyampaikan peringatan atau somasi kepada debitur yang telat membayar angsuran. Berdasarkan informasi yang diterima kru media ini ada 12 debitur nakal yang mendapat peringatan tegas dari FIF Group Jombang.

 Adapun data 12 debitur yang mendapat somasi yakni MULYONO warga Kuwik RT.003/RW.001 Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang,PONIYAH warga Banjarjo RT. 016/RW004 Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, SILVINA ANGGRAENI Betek Selatan RT.003/RW.001 Desa Betek  Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, PRIYANTO warga Jl. Kenari RT.002/RW.004 Kelurahan Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, AGUNG PRIBADI warga Jetak RT.003/RW004 Kelurahan  Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, ANDIKA warga Jl. Kenari RT. 003/RW004 Kel Sidokerto, Kec Mojowarno Kabupaten Jombang, JULIONO warga Jl. Nolojoyo RT/RW.003/003 Kel.Mojowarno Kec.Mojowarno Kab.Jombang, SUNANIK warga Slombok RT/RW.002/002 Kel. Plemahan, Kec. Sumobito kab. Jombang, SANTIK warga Slombok RT/RW.002/001 Kel. Plemahan, Kec. Sumobito kab. Jombang, EDI BARWANTO warga Ds. Kradengan RT/RW.001/006 Kel. Kedung Mlati, Kec. Kesambean Kab. Jombang, SAMUJI warga Grobokan RT/RW.006/002 Kel.Grobogan Kec. Mojowarno Kab. Jombang dan terakhir SUMISTO warga WringinpituRT/RW.007/003 Kel.Wringinpitu, Kec. Mojowarno Kab. Jombang.

 Isi dalam surat tersebut meminta kepada ke 12 debitur tersebut agar segera, seketika dan tanpa syarat mengembalikan sepeda motor yang menjadi jaminan fidusia  sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Pembiayaan dengan FIF Group Jombang.

 Direktur Utama Klinik Hukum Parlind’Sitorus Law Firm Parlindungan Sitorus, SH menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan dan ternyata sepeda motor yang menjadi jaminan fidusia sudah dipindahtangankan ke pihak lain.

 “Kami masih berupaya melakukan langkah mediasi dengan memanggil debitur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apabila tidak diindahkan, maka kami akan menempuh langkah hukum baik pidana maupun perdata,” tegas Parlindungan Sitorus, SH, Jumat (21/02).

 Untuk diketahui, Kepala Cabang FIF Group Malang Febrianto Widya Nugraha telah mempidanakan Supardi alias Gembos, 56, warga Karangampel, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang. Supardi harus mendekam di sel penjara, setelah Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen memutuskan bersalah atas kasus fidusia. Berdasarkan putusan PN Kepanjen tersebut Supardi dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.

 Menurut Majelis Hakim, Supardi terbukti telah memindahtangankan satu unit sepeda motor Vario N 5671 HB kepihak lain. Supardi baru mengangsur sebanyak dua kali. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata sepeda motor sudah dijual.

 

 Editor : Parlind’SH