Advokat Dan Wartawan Koalisi Pakai Sabu Di Pasuruan Ditangkap Polisi

Advokat Dan Wartawan Koalisi Pakai Sabu Di Pasuruan Ditangkap Polisi

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan memperlihatkan bahan-bahan kimia untuk membuat sabu di Pasuruan

Reporter : Ady

Pasuruan-Prorakyat.co | Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil menangkap pengguna dan membongkar home industri pembuatan sabu, hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk membongkar praktik penyalahgunaan sabu-sabu di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan terbongkarnya kasus ini bermula dari penangkapan oknum advokat SIS (38).

Pelaku ditangkap di tempat kosnya di Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Rofiq menyebut, seorang advokat ini ditangkap saat sedang nyabu di kosannya, Sabtu (8/2/2020) dini hari.

Dari tangan tersangka, pihaknya berhasil mengamankan sabu 0,37 gram beserta seperangkat alat sabu.

"Setelah itu, kami dalami dan kami lakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, SIS mengaku mendapatkan sabu dari temannya yang berinisial HN. Kebetulan, HN ini bekerja sebagai seorang wartawan di media online," kata Kapolres, Senin (17/2/2020).

Rofiq menuturkan, dari SIS pihaknya langsung bergerak mengamankan HN warga Tuban di tempat kosannya. Di situ HN juga mengakui bahwa sabu itu didapatkan dari pasokan temannya.

Atas pengakuan HN akhirnya petugas menangkap tersangka yang berinisial SM dan HS. Keduanya langsung diamankan. Dia menyebut, ketiga orang ini diamankan di hari Minggu (9/2/2020), atau satu hari setelah SIS diamankan.

Dari ketiganya, kami berhasil amankan sabu dengan berat 20,02 gram. Kami curiga, ini pasti ada bandar besar untuk memasok ke ketiga orang ini. Setelah didalami, kami berhasil mengembangkan untuk melanjutkan penyelidikan," tambah Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolres, ketiga tersangka yang diamankan di hari kedua adalah pengedar sabu. Mereka mendapatkan pasokan barang dari sebuah rumah di kawasan perumahan The Taman Dayu. Rumah kontrakan itu disewa untuk dijadikan sebagai tempat pembuatan sabu kecil-kecilan.

"Di hari ketiga, kami gerebek rumah yang dimaksud itu. Di sana, kami amankan tersangka S yang ternyata sedang membuat sabu," lanjut dia.

Di sana, lanjut Kapolres, pihaknya berhasil mengamankan bahan baku pembuatan sabu dalam jumlah yang sangat besar. Mayoritas bahan-bahan sabu yang ada di TKP adalah bahan yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.

"Makanya kami juga heran, kenapa bahan kimia yang seharusnya peredarannya dibatasi dan sekalipun dibeli ada izinnya ini bisa mereka dapatkan dengan mudah dan dalam jumlah yang banyak. Ini masih kami kembangkan," jelas Kapolres

Kapolres menguraikan, dari tersangka SW, pihaknya mendapatkan informasi bahwa barang-barang itu dipasok dari HS yang berada di Magelang. Tim langsung bergegas dan bergerak ke Magelang saat itu juga.

Sesampainya di Magelang, kami berhasil temukan HS dan langsung kami amankan. Transaksi mereka selama ini aman karena ada perantaranya yakni tersangka YS yang bekerja sebagai oknum LSM," tambah Rofiq.

Rofiq juga mengatakan, tujuh orang tersangka ini masih dalam tahap pemeriksaan. Ia berjanji akan mengembangkan kasus ini. Bahkan, ia berharap, kasus ini bisa berkembang ke yang lebih besar lagi.

"Sementara ini, kami belum menemukan penggerak bisnis haram ini. Dalam artian, kami belum menemukan bukti bisnis ini ada pemodal besar. Dari hasil pemeriksaan sementara, bisnis ini dijalankan tujuh tersangka yang mengakunya baru kenal tapi saling berkaitan," ujar Rofiq.

AKBP Rofiq Ripto Himawan, Kapolres Pasuruan mengatakan, pelaku dikenai 5 pasal soal narkotika. Masing-masing pasal 112, 113, 114, 129 dan 132 UU RI No 35 tahun 2019 tentang narkotika.

Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan 5 tahun. Maksimalnya ancaman 20 tahun atau seumur hidup,