RS Gambiran Dinilai Teledor, Kejaksaan Diharapkan Lidik Dugaan Penyimpangan Alkes

RS Gambiran Dinilai Teledor, Kejaksaan Diharapkan Lidik Dugaan Penyimpangan Alkes

RS Gambiran, Kota Kediri, tampak dari depan

Kediri, Prorakyat.co - Pengadaan alat kesehatan di bawah Satuan Kerja RSUD Gambiran, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, sampai kini masih mengundang kejanggalan. Bagaimana tidak, ada beberapa temuan ORMAS KORAK (Komunitas Rakyat Anti Korupsi) yang tidak tidak sesuai antara dokumen lelang dengan fakta di lapangan.

Kejanggalan yang paling mencolok ialah dugaan alamat fiktif perusahaan pemenang lelang dengan kode tender 464590.

"Kami punya data lengkap hasil penelusuran di lapangan. Data dokumen dengan temuan di lapangan sangat berbeda sekali. Inilah yang terus kami dalami sekarang, dan kami taksir ada kerugian negara. Sekarang kami menunggu data pelengkap yang mengarah ke kerugian negara itu untuk melengkapi data yang sudah kami dapatkan sebelum mengambil langkah berikutnya, khususnya laporan ke Kejaksaan" ujar Sekjen KORAK, Sueb saat dikonfirmasi Prorakyat, Minggu (16/2/2020).

Dalam pengadaan lelang alkes tahun anggaran 2016 ini, ada beberapa alkes yang dibelanjakan oleh Satker RS Gambiran. Ketiga barang itu ialah belanja alat kedokteran bor, trepanasi set, mikroskop, dan EMG biofid back.

Pengadaan itu diikuti oleh 21 peserta dengan anggaran APBD Kota Kediri tahun 2016, pagu paket sebesar Rp 5 miliar. Pemenang lelang ini ialah PT Trimega Prima Laborat, dengan penawaran Rp 4.493.500.000.

Sueb heran dimenangkannya PT Trimega Prima Laborat dalam lelang alkes tersebut. Meski penawarannya lebih rendah dari pada peserta lain, ORMAS KORAK mengendus adanya keteledoran dalam mengecek kelengkapan administasi oleh panitia lelang.

Satu diantaranya ialah alamat PT Trimega Prima Laborat yang tercantum di dokumen lelang berada di Jalan Medokan Sawah Baru nomor 9-a Surabaya, Surabaya. Padahal, alamat tersebut berupa lahan kosong berupa bekas lahan tambak.

"Anehnya, alamat PT Trimega Prima Laborat berada satu gedung dengan apotek K24, bukan di Medokan Sawah Baru nomor 9-a Surabaya. Tapi, oleh panitia lelang dimenangkan. Ini sudah gak beres, perlu diusut tuntas," tegas Sueb.

Tidak hanya dugaan alamat fiktif, kata Sueb, ORMAS KORAK juga menemukan barang alkes yang tidak sesuai dengan dokumennya.

"Semua bukti sudah kami kantongi, karena kami bekerja by data bukan sekadar bicara lisan tanpa dukungan dokumen," ujar Sueb.

Saat dikonfirmasi melalui surat oleh Prorakyat, pihak PT Trimega Prima Laborat hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban. Begitupun pesan yang disampaikan lewat Whatsapp kepada Rama yang mengaku perwakilan PT Trimega Prima Laborat, belum juga ada jawaban. (*)