Ormas KORAK Akan Laporkan Dugaan Mark'up Pembangunan Pagar Gedung Metrologi Sidoarjo

Ormas KORAK Akan Laporkan Dugaan Mark'up Pembangunan Pagar Gedung Metrologi Sidoarjo

Pengerjaan Sloof yang diduga di Mark Up

Reporter : Indra Gunawan

Sidoarjo-Prorakyat.co |Ormas Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK) kembali menyoroti kinerja para pembuat kebijakan di Kabupaten Sidoarjo, Pembangunan Proyek Pagar Gedung Metrologi yang dikerjakan oleh CV. Tulang Mas melalui pengadaan langsung di duga di Mark Up, karena tidak sesuai dengan

Proyek Pembangunan Pagar Gedung Metrologi jalan Raya Lingkar Timur, Kelurahan Gebang, Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Sidoarjo diduga kuat di Mark Up oleh oknum Pemerintah terkait.

Sekjen Ormas KORAK Syueb, mengatakan bahwa dari hasil investigasi di lapangan ada dugaan Mark Up terhadap proyek tersebut, dari kalkulasi harga pagu paket dengan asumsi yang di buat ada selisih harga yang sangat besar sekitar puluhan juta.

Paket kegiatan Pembangunan pagar gedung Metrologi APBD tahun Anggaran 2019, dengan pagu paket Rp 198.050.000, dan HPS 197.765.117,38 dikerjakan CV Tulang Mas beralamat di Desa Kemantren No 10 RW II Tulangan Kabupaten Sidoarjo mendapat rekom penunjukan langsung oleh pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Hasil investigasi Ormas Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK), di lokasi diketahui panjang pasangan Batu kali sekitar 200M ketinggian Pasangan 60cm Lebar atas pasangan 30cm lebar bawah 40 cm atau bila diambil rata rata 0,35M  dan bila dihitung Volumenya 42M3 bila dihargai 1 juta per meter kubik sama dengan Rp 42.000.009.

Lebih lanjut, pekerjaan strouss Pell dengan diameter lingkaran 28cm kedalaman 1 M sebanyak 66 titik bila dihitung Volumenya 0,14X22:7X1 X 66 =29,04M3 bila dihargai 1 juta Rupian per kubik sama dengan Rp 29.040.000.

Pekerjaan Sloof Dengan lebar 0.15X0,15X 200 = 4,5 M3 atau bila diuangkan Rp 4.500.000 kemudian PPN dan PPh 11.5 % atau setara Rp 22.770.000 Keuntungan kontraktor Rp 29.700.000 Pembelian Besi untuk Sloof Dan stroiss pell Rp 9.000.000.

Terhitung total untuk seluruh kegiatan pembangunan Pagar ini menghabiskan Uang Negara Rp137.010.000 dan bila dialokasikan Anggaran Rp 195.284.248,16 maka masih ada sisa Rp 58.274.248,16  sejumlah inilah uang negara yang diduga raib dari Paket kegiatan ini artinya negara membayar lebih mahal dari yang seharusnya apalagi pekerjaan dilokasi belum bisa dikatakan selesai.

“ Kita akan laporkan dugaan korupsi ini, kita akan surati BPK untuk mengaudit terhadap proyek ini “tegas Syueb.

Saat awak media Prorakyat mengkonfirmasi kepada PPK dalam paket pekerjaan ini Listyaningsih dikantornya terkesan melempar tanggung jawab.

 “ Konfirmasi ke bu Dana saja mas,dari pada saya salah ngomong," ujarnya.

Sementara, Dra Dana Riawati M.si dikonfirmasi selalu menghindar dengan alasan rapat, bukan itu saja, terlebih selulernya ataupun masengernya yang tersambung akan tetapi tidak menanggapi sama sekali.