Demi Uang Puluhan Juta, Janda Batam Selundupkan Sabu Di Kemaluan dan Dubur

Demi Uang Puluhan Juta, Janda Batam Selundupkan Sabu Di Kemaluan dan Dubur

Pelaku Lin Ayunda Sari Selundupkan Sabu Di Kemaluan

Reporter : Rosyid

Surabaya -Prorakyat.co | Dalam melakukan penyelundupan narkoba ke Indonesia,  banyak cara yang dilakukan para bandar narkoba internasional agar bisa memasukan sabu ke Indonesia.

Terbaru, Unit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap kurir sabu Lin Ayunda Sari (28), aksi kurir sabu-sabu ini benar-benar nekad. Sabu seberat 212,81 gram tersebut disembunyikan di lubang dubur dan lubang kemaluannya saat menuju pemeriksaan bandara.

Janda asal Batam, Kepulauan Riau ini rela melakukannya. Padahal, sang bandar memintanya agar narkoba jenis sabu yang akan diselundupkan dari Johor, Malaysia ke Surabaya, dilakukan dengan cara tak biasa.

Kurir narkoba yang bernama Lin Ayunda Sari (28) asal Batam, Kepulauan Riau ini mengaku nekat menjadi kurir narkoba lantaran tergiur dengan upah sebesar Rp 20 juta sekali pengiriman.

Bahkan, agar bersedia menjadi kurir, bandar narkoba yang berada di Johor tersebut menyakinkan pelaku untuk memyimpan sabu-sabu tersebut didalam alat vitalnya. 

“Awalnya takut mas. Namun karena di beri ide oleh bandarnya untuk simpan disitu, saya jadi berani.

Untuk kali ini saya dapat Rp 20 Juta sekali kirim,” aku Ayunda Sari, Senin (10/2/2020), di Mapolrestabes Surabaya. 

Kepada petugas, ia juga mengaku sudah dua kali ini mengirim sabu-sabu melalui jalur udara.

Untuk pengiriman pertama, ia mendapat upah sebesar Rp 15 Juta sekali mengirim. Merasa berhasil, ia pun kembali mengirim sabu-sabu tersebut dengan cara yang sama.

“Sudah dua kali ini mas, yang pertama dapat Rp 15 juta. Karena pertama aman, saya ulamgi lagi, ternyata yang kedua  ini tertangkap,” tambahnya.

Sementara itu, Wakasatres Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat adanya pengiriman narkoba dari wilayah Batam ke Surabaya menggunakan jalu udara atau pesawat.

Setelah ditelusuri dan pelaku diamankan berikut barang bukti 3 paket sabu seberat lebih dari 2 ons, tepatnya 212,8 gram, ternyata tersangka hanya bertugas sebagai kurir yang disuruh oleh seorang bandar besar di Johor Baru Malaysia untuk mengirimkan sabu ke Surabaya.

“Barang bukti itu disembunyikan di dalam kemaluan dan anusnya. Itu dilakukan untuk mengelabuhi kami dan menghindari mesin X Ray,” kata Heru.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya  tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 113 ayat 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun kurungan penjara.