Polres Tulungagung Tangkap Pemuda Sewakan Kamar Kost Buat Mesum

Polres Tulungagung Tangkap Pemuda Sewakan Kamar Kost Buat Mesum

Roi Wantikno, Saat Konferensi Pers Di Mapolres Tulungagung

Reporter : Teguh Santoso

Tulungagung-Prorakyat.co | Jajaran Polres Tulungagung kembali menangkap pelaku rental kos per jam kepada pasangan bukan suami istri, Roi Wantikno (23), warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Pelaku ditangkap karena telah di ketahui menyewakan kamar kosnya untuk fasilitas perbuatan asusila atau mesum.

Ini adalah pelaku kedua yang ditangkap polisi, dengan jeratan memfasilitasi orang lain melakukan perbuatan mesum.

"Telah kami amankan satu tersangka karena menyewakan kamar kos yang dia sewakan Rp. 30.000 perjam," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia dalam rilis, Kamis (06/02) siang.

Pelaku ditangkap sesaat setelah diketahui ada sepasang pria dan wanita yang bukan suami istri masuk ke dalam kamar kosnya.

Setelah kurang lebih satu jam di kamar, polisi kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankannya.

Dari hasil pengembangan pasangan tersebut ternyata menyewa kamar  dari pelaku.

Modus pelaku setelah mendapatkan sewaan kamar kos , melalui akun Facebook pelaku menyebar informasi soal rental kos tersebut.

Setelah berkomunikasi , penyewa diarahkan untuk menuju rumah Kos milik M di Kelurahan Kepatihan .

"Kami telah mengamankan pelaku ini karena menyediakan tempat prostitusi.

Setelah itu pemilik kos akan kami panggil juga dan kami lakukan pembinaan," terangnya.

Di ketaui pelaku telah menyewa kamar kos dari pemiliknya senilai 850 ribu rupiah per bulan.

Jika menyewa per jam, kamar kos dihargai Rp 30 ribu. Sedangkan dua jam harus membayar Rp 50 ribu.

Menurut keterangan Roi "Dulu saya pernah menyewakan juga, tapi berhenti dan kemudian ini kembali menyewakan," kata Roi di depan Kapolres.

Selain mendapatkan penghasilan untuk keperluan membeli rokok, Roi mengaku jika ada orang yang menggunakan kamarnya harus mengambil kunci di bawah bantal dan membayar sewa dengan cukup menaruh uang di situ.

"Saya tawarkan ke pengguna media sosial jika ada yang menyewa bisa menghubungi," ungkap dia.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 296 KUH Pidana,diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah."