Mengenal Sosok Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, SH.MH

Mengenal Sosok Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, SH.MH

Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, SH.MH bersama Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si

SEPAK TERJANG Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, SH.MH dalam dunia politik menjadi perhatian khusus kawan maupun lawan. Pasalnya, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi JawaTimur ini dengan kesadaran sendiri tinggalkan Dapil Jatim l ke Dapil Jatim lX (Ngawi, Pacitan, Magetan, Ponorogo dan Trenggalek).

 “Dapil lX medannya berat karena antara Kabupaten satu dengan lainya jaraknya berjauhan dan harus turun naik gunung,” kata Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, SH.MH.

 Mantan Advokat ini menerangkan, rela melepas Dapil Surabaya semata-mata ingin adanya regenerasi dan munculnya kader kader muda bertalenta. Kalau tidak, maka disitu yang kuat akan semakin kuat. “Ini memang membutuhkan kearifan dan kesadaran tinggi,” ungkapnya.

 Dukungan Keluarga

 Karier Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak tak bisa lepas dari keluarga. Utamanya oleh sang mendiang Ibunda Sahat, Kostiana Pasaribu sebagiamana dikutip dalam Tribunmadura.com dengan judul “Sahat Tua Simanjuntak, Perjalanan Karir Keluarga Perantau yang Kini Menjadi Pimpinan DPRD Jatim”.

 ”Peran orang tua sangat penting dalam membangun karakter seseorang. Peran ibu saya sangat kuat dalam membentuk karakter saya,” kata Sahat menceritakan.

 Sulung dari tiga bersaudara ini menceritakan bahwa ibundanya selalu mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan. ”Misalnya, harus memberikan kebaikan kepada siapa pun dan ini terbentuk untuk anak-anaknya,” katanya.

 Hal ini tak lepas dari keluarganya yang juga perantau asal Batak meskipun Sahat lahir dan besar di Surabaya. ”Sekecil apapun, harus menyisihkan kepada yang membutuhkan. Tak hanya materi, namun juga tenaga, pikiran, dan peduli kepada orang lain. Kenapa? Karena saudara yang paling dekat adalah tetangga saya,” katanya.

 Sekalipun berdarah Batak, Sahat mengaku banyak menggunakan filosofi hidup orang Jawa. Hal ini juga yang diajarkan kedua orangtuanya. ”Harus bisa berempati. Istilahnya, harus isa rumangsa, ojo rumangsa isa (harus bisa merasa jangan merasa bisa),” kata Sahat.

Tak hanya dari sang mendiang Ibu, Sahat juga banyak mendapat motivasi dari sang istri, Elisabeth Sihotang. Elisabeth juga merupakan wanita karier yang kini menjabat sebagai Area Branch Manager bank swasta nasional.

 ”Istri saya selalu memberikan kepercayaan kepada saya. Karakter beliau sangat baik dan sangat mendukung karier kami,” katanya.

 Sekalipun sibuk dengan rutinitas masing-masing sahat selalu menyempatkan berbincang bersama istri dan putri semata wayangnya, Bintang Simanjuntak. ”Kami selalu punya waktu berbincang di pagi hari. Prinsipnya, segala sesuatu diterima dengan cukup. Kami selalu mensyukuri yang ada,” pungkasnya

Untuk diketahui, pertama kali Sahat  dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur pada periode 2009-2014, lalu kali kedua periode 2014-2019 dari Dapil Jatim l yang meliputi Surabaya-Sidoarjo. Namun pada Pileg 2019 Kota Surabaya menjadi Dapil l dan Sidoarjo menjadi Dapil ll.

Pada periode pertama, Sahat sebagai anggota Komisi A yang membidangi masalah pemerintahan, kemudian periode kedua Sahat oleh Ketua partai ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan organisasi partai. Di Dapil lX Sahat mendapat kursi ke 5 dengan jumlah suara tertinggi yakni 52.910. Total suara partai 194.165.

Sahat yang dikenal selalu bersuara lantang itu mengajak kepada 13 anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sadar diri bahwa kita menjadi anggota dewan tidak membawa kursi sendiri. Artinya suara murni kita tidak cukup. Karena itu, teman teman untuk tidak lupa dengan partai yang menjadikan dan membesarkan, juga kepada caleg di Dapilnya yang sudah berkontribusi suara, termasuk kader kader partai yang membantunya .

Sahat Tua Simanjuntak juga mengajak anggota fraksi di DPRD Jawa Timur yang baru di lantik selalu melihat kedepan bahwa tantangan kita semakin berat. Juga tidak bermain main dengan anggaran supaya selamat. “ Ini sebuah pengabdian yang harus dipertanggung jawabkan kepada rakyat,” tegasnya. (PS)