Polsek Sambit Bergerak Cepat, Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Pro Rakyat Diciduk

Polsek Sambit Bergerak Cepat, Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Pro Rakyat Diciduk

Korban Unip saat ditemui di RSUD Dr. Harjono

PONOROGO – PRO RAKYAT

Patut diajungi jempol gerak cepat Unit Reskrim Polsek Sambit, Polres Ponorogo. Hanya dalam 24 jam, Tim yang dikomandoi Kanit Reskrim Polsek Sambit Aipda Moch. Kudori berhasil meringkus tiga pelaku pengeroyokan wartawan Media Pro Rakyat. Pelaku yang diamankan berinisial MK (53), HF(26) dan ROH (37), ketiganya warga Dukuh Putukrejo, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, kabupaten Ponorogo. Korban pengeroyokan Unip (33) warga Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

“Dari pengakuan korban, dirinya dikeroyok dengan cara dipukul dan ditendang oleh ketiga pelaku, hingga  mengalami luka di bagian mata sebelah kanan, dan luka babras di bagian pinggang,” ucap Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno didampingi Kanit Reskrim Aipda Moch. Kudori.

Dihubungi melalui telpon genggam Kanit Reskrim Polsek Sambit Aipda Moch. Kudori membenarkan anggotanya telah melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku. “Ketiga pelaku telah kami tahan dan sudah diserahkan di Polres Ponorogo,” terang Aipda Moch. Kudori.

Terpisah, korban Unip menerangkan kejadian berawal saat pada hari Minggu (26/01/2020) sekira pukul 01.00 WIB korban yang sedang berada di rumah salah satu temanya, dipanggil oleh ketiga pelaku untuk bergabung dalam pesta minuman keras yang digelar di gardu pos kamling di Dukuh Putukrejo, RT/RW 002/001, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Tanpa ada sebab terjadi selisih paham dan ketiga pelaku menganiayaan korban.

“Pelaku tersingguh karena saya menyebut akan menggunakan Advokat,” kata Unip saat ditemui di Rumah Sakit.

Atas kejadian yang menimpa dirinya tersebut, korban kemudian melaporkan ke Unit Reskrim Polsek Sambit, Kamis(30/01/2020). Mendapati laporan tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Sambit segera bergerak cepat dan berhasil mengamankan ketiga pelaku Jumat (31/01/2020) sekira pukul 04.00 WIB. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersebut, ketiga pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) Jo pasal 55 KUHP tentang pengeroyokan.

Kades Kori Diduga Terlibat

Sejumlah tidungan mengarah ke Kades Kori terlibat menjadi dalang pemukulan wartawan Media Pro Rakyat. Pasalnya, sebelum pemukulan terjadi, melalui Media Online www.prorakyat.co , korban Unip memberitakan Kades Kori Suntoro dengan judul “Masyarakat Desa Kori Merasa Dibodohi oleh Kades Kori Terkait Kartu Tani dan Kades Kori Diduga Melakukan Penyimpangan Hukum”. Namun, tudingan tersebut dibatah Kades Kori.

“Demi Allah, say tidak melakukan itu,” kata Kades Kori saat menemui korban di RSUD Dr. Harjono ruang Dahlia. (Rina/Agus)