Kemana Dana SPPD Panwascam Pakal Surabaya Mengalir?

Kemana Dana SPPD Panwascam Pakal Surabaya Mengalir?

Sekretariat Panwascam Pakal, Surabaya

Surabaya, Prorakyat.co - Dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pakal tahun 2019 yang telah diserahkan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Bawaslu Kota Surabaya, Wenny Novi Astuti kepada Teguh selaku Bendahara Panwascam Pakal sebesar Rp 25.200.000, hingga kini belum jelas muaranya.

Anehnya, Ketua Panwascam, Imam Sumantri, mengaku tidak tahu keberadaan dana tersebut karena saat pengambilan ke Bawaslu Surabaya tanpa sepengetahuannya.

Wenny saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengklaim bahwa pencairan dana SPPD Kecamatan Pakal sudah sesuai prosedur. Menurut perempuan kelahiran di Surabaya pada 4 November 1971 itu, bahwa pengambilan uang SPPD yang benar ialah unsur dari PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Diketahui, Teguh selain bendahara Panwascam Pakal juga merupakan PNS Kecamatan Pakal. Sementara Imam Sumantri dari unsur non PNS.

"Saya memberikan (uang SPPD) secara prosedur karena pengambilan uang yang benar yang mengambil PNS," demikian kata Wenny lewan pesan Whatsapp kepada Redaksi Prorakyat.co, pada Rabu 15 Januari 2020.

Bukti tanda terima dana SPPD dari Bawaslu Surabaya

Saat mau dikonfirmasi, Teguh selaku Bendahara Panwascam Pakal seolah melempar tangan. Dia mempersilakan redaksi Prorakyat.co untuk konfirmasi langsung ke Sekretaris Panwascam Pakal, Agung.

Teguh yang ditemui di kantornya, Kecamatan Pakal enggan berkomentar. Namun, Irawan ditemui di ruangan terpisah menyatakan bahwa dia yang mengerjakan semua kegiatan Panwascam Pakal.

"Saya sendiri yang ngerjakan. Sebenarnya (dana SPPD) tidak ada masalah. Mereka kami undang untuk klarifikasi," ungkap Irawan, yang menjadi Petugas Satpol PP Kecamatan Pakal.

Agung saat dikonfirmasi di kantornya mengaku sedang ada tugas di Pemkot Surabaya. Tapi melalui sambungan telpon seluler, Agung mengatakan bahwa dana SPPD tersebut ada di Tranggono Wahyu Wibowo, Camat Pakal.

Agung mempersilakan Imam Sumantri (Ketua Panwascam Pakal) untuk menemui Camat Pakal perihal pencairan dana tersebut.

"Silakan Pak Imam ke Pak Camat (Pakal)," ujar Agung melalui sambungan telpon saat dikonfirmasi Redaksi Prorakyat.co.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat adanya pengambilan dana SPPD Panwascam Pakal sebesar Rp 25.200.000 ke Bawaslu melalui Wenny tanpa sepengetahuan Ketua Panwascam Pakal. Lantas, merasa tanpa pemberitahuan, Imam konfirmasi ke Wenny, dan ternyata dana tersebut sudah diserahkan Wenny ke Teguh.

Perihal keberadaan dana tersebut, sebagai Ketua Panwascam, Imam mengaku tidak tahu menahu dan tidak sampai ke ad hoc Panwascam Pakal.

Sampai sekarang, Imam menyatakan bahwa Teguh selaku Bendahara Panwascam Pakal belum memberikan penjelasan secara gamblang kemana dana tersebut.

"Uang SPPD itu adalah uang dana tambahan yang diajukan oleh Panwascam Pakal, dan seharusnya pengambilan dana tersebut harus sepengetahuan Ketua Panwascam. Nyatanya, Ketua Panwascam tidak tahu jika ada pengambilan uang SPPD itu," kata Imam Sumantri, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut Imam mengatakan, kalau dana tersebut merupakan pengajuan yang dilakukan untuk penambahan perjalanan dinas, yang nanti akan dibagikan kepada Panwascam dan PPL yang dapat tugas. Tapi sampai sekarang belum juga diberikan oleh Bendahara Panwascam Pakal, Teguh. (*)