Siapa Elite Petinggi Tambang Tumpang Pitu di Banyuwangi?

Siapa Elite Petinggi Tambang Tumpang Pitu di Banyuwangi?

Warga menggelar rangkaian DOA bersama di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Banyuwangi, Jawa Timur pada 1 Januari 2020. DOA bersama ini utk mengiringi perjuangan warga dalam menolak Tambang emas.

Banyuwangi, Prorakyat.co - Tambang Tumpang Pitu. Perlu dicatat, industri pertambangan di Selatan Banyuwangi ini juga berpotensi akan terus meluas hingga ke kecamatan Siliragung, dan akan memperluas sampai Gunung Salakan.

Hal ini dikuatkan oleh Perda Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032. Dalam pasal 60 huruf a dinyatakan bahwa kawasan pertambangan mineral logam akan dikonsentrasikan pada 2 kecamatan yang terletak di pesisir Selatan Banyuwangi, yakni Pesanggaran dan Siliragung, dengan luasan mencapai 22.600 hektar.

Sumber dari Perda Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032, serta Dokumen Prospektus PT Merdeka Copper Gold Tbk 2015. Pemilik Saham Utama PT Merdeka Copper Gold Tbk adalah :

- PT Mitra Daya Mustika (Provident); 16.49 persen.

- PT Trimitra Karya Jaya (Saratoga); 13.69 persen.

- Maya Miranda Ambarsari; 8.86 persen.

- Merdeka Mining Partners Pte. Ltd. (Provident); 6.89 persen.

- Garibaldi Thohir; 6.82 persen.

- Pemda Kabupaten Banyuwangi; 6.41 persen.

- PT Saratoga Investama Sedaya; 4.68 persen.

- Indoaust Mining Limited; 4.62 persen.

- Asian Metal Mining Developments Ltd; 4.55 persen.

- PT Srivijaya Kapital (Provident); 4.55 persen. 

PT Bumi Suksesindo (BSI) telah melakukan proses produksi perdana pada 17 Maret 2017 lalu. PT BSI memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) berdasarkan keputusan Bupati Banyuwangi No.188/547/KEP/429.011/2012 tanggal 9 Juli 2012.

Tambang emas Tumpang Pitu tampak dari atas.

Lokasi IUP PT BSI dan PT Damai Suksesindo (DSI) terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Provinsi Jawa Timur, dengan IUP BSI seluas 4.998 hektar dan dengan IUP DSI seluas 6.623 hektar.

PT BSI mengklaim proses produksi menggunakan metode yang ramah lingkungan, dengan heap leach atau pelindihan.

Berdasarkan standar JORC, proyek pelindihan PT BSI memiliki sumber daya mineral sebesar 36 juta ton dengan menghasilkn rata-rata 1.03 gram emas per ton dan 22 gram perak per ton.

Setelah berhasil menambang di tumpang pitu, PT. Bumi Suksesindo (BSI) kini mengincar Gunung Salakan. Gunung Salakan sendiri keberadaannya tak jauh dari Gunung Tumpang Pitu yang saat ini sedang ditambang.

Warga tak ingin nasib Gunung Salakan seperti nasib Gunung Tumpang pitu. Sejumlah warga melakukan demo menolak tambang Gunung Salakan, yang bertahan di tenda perjuangan "Tolak Tambang" di Gunung Salakan dan sekitarnya sambil membentangkan spanduk sepanjang 40 meter, sejak Kamis, 16 Januari 2020.

Spanduk tersebut bertuliskan "Cabut IUP PT. DSI & PT. BSI: Tolak Tambang Emas Salakan dan sekitarnya". (*)