Temuan DPW LIRA Jatim, Banyak Galian C Diduga Tak Berizin di Wilayah Mantup, Lamongan

Temuan DPW LIRA Jatim, Banyak Galian C Diduga Tak Berizin di Wilayah Mantup, Lamongan

Aktivitas galian c diduga ilegal di Desa Mantup

Prorakyat.co - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur mengindikasi banyak galian c diduga ilegal di wilayah Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Bahkan di balik pelaku usaha galian c tersebut, ada sejumlah orang tajir.

"Kami tak akan membiarkan galian c diduga ilegal itu terus beroperasional tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan. Kepentingan kami cuma satu, membela kepentingan masyarakat sekitar dari dampak kerusakan lingkungan akibat tambang diduga ilegal di Desa Mantup," tegas Hamidun Inwan, aktivis DPW LIRA Jawa Timur, Sabtu (11/9/2021).

Dia menyebutkan, dari sisi bisnis, cuan dari galian c ini cukup menggiurkan. Jadi tak salah jika sering muncul pelaku usaha galian c nekad melakukan aktivitasnya meski tidak dilengkapi izin usaha pertambangan maupun izin-izin lainnya. Bahkan, tak peduli dengan sanksi hukum maupun administrasi.

Ironisnya, dalam hal ini pihak Polres Lamongan ataupun Satpol Pamong Praja (PP) seakan tak mampu berbuat apa-apa. Padahal dengan jelas ada praktik pidana maupun perdata yang sedang dilakukan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan dari bisnis ilegal di wilayahnya.

Menurutnya, pihaknya akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai langkah penegakan hukum terhadap pelaku usaha galian c diduga tanpa izin di wilayah Mantup.

"UU yang mengatur tegas hukumnya. Dalam UU Minerba telah menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. Aduan sudah kami sampaikan, tapi hingga kini masih dibiarkan saja pelaku kejahatan lingkungan tersebut," tegas Inwan. (did)