Galian C Ilegal di Gresik Masih Marak, Ormas KORAK : Penegakan Hukum Mandul

Galian C Ilegal di Gresik Masih Marak, Ormas KORAK : Penegakan Hukum Mandul

Aktivitas galian c ilegal di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kab. Gresik.

Prorakyat.co - Penegakan hukum terhadap pelaku usaha galian c di wilayah Kabupaten Gresik dinilai mandul. Baik itu Kepolisian, Kejaksaan, maupun Satpol PP Kabupaten Gresik, seakan tak berdaya menghadapi pelaku usaha galian c yang secara terang-terangan melakukan aktivitasnya secara ilegal.

Penilaian itu ditegaskan oleh Sueb selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK).

Sueb berkaca kepada penanganan kasus dugaan tambang ilegal yang banyak mengambang dan sedikit yang diseret ke meja hijau. Padahal, kata Sueb, lokasi tambang yang diduga ilegal ini hampir tersebar di beberapa wilayah Gresik.

Faktanya, Satpol PP selaku penegak Perda dan Polres Gresik selaku penegak hukum tak banyak berbuat untuk tegasnya tambang ilegal yang diduga merusak lingkungan ini.

Sueb mencontohkan, saat penggrebekan tambang ilegal dan Kecamatan Panceng oleh Polres Gresik. Faktanya, alat berat dan sejumlah dump truk yang disita, dilepas.

Sementara, pelaku yang dijadikan tersangka hingga saat ini belum dilakukan penahanan.

Anehnya, tersangka dugaan tambang ilegal kembali menjalankan aktivitasnya.

Dari data yang dimiliki Sueb, salah satu tersangka berinisial Kb sekarang sedang buka tambang ilegal di wilayah Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

"Lahan yang digali diduga milik salah satu Kepala Dusun di Desa Ngasin. Sedangkan Kb yang menjadi penambangnya. Tiap hari, sejumlah terus bergantian untuk ambil material dari areal persawahan tersebut," demikian kata Sueb.

"Pekan depan, kami akan melayangkan surat pengaduan ke Polres Gresik dan Satpol PP, agar bisa ditindaklanjuti dengan menutup galian c tersebut. Jika tak ada tindaklanjut, kami demo Polres Gresik dan Pemkab Gresik," tegas Sueb. (fer)