Pelayanan RS Darurat Covid-19 di Lamongan Dikeluhkan Banyak Pasien

Pelayanan RS Darurat Covid-19 di Lamongan Dikeluhkan Banyak Pasien

Sampah berserakan di salah satu ruangan di RS Darurat Covid-19 di Lamongan

Prorakyat.co - Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Lamongan sangat miris. Selain karena penanganan dari petugas medis yang kurang tanggap, juga kondisi ruangan isolasi yang jorok. Demikian disampaikan Aris Gunawan, Ketua Umum Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (GEMPAR), Jumat (23/7/2021).

Untuk diketahui, RS Darurat Covid-19 Lamongan merupakan rumah sakit type C yang pembangunannya dilaksanakan selama 39 hari, dimulai pada 1 Mei 2020. Pembangunan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Lamongan yang telah disetujui oleh Gugus Tugas Covid-19.

RS Darurat COVID-19 di Lamongan diresmikan secara virtual Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang saat itu dijabat oleh Doni Monardo.

Fasilitas yang dimiliki diantaranya Fasilitas Isolasi dan Karantina untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular Emerging di Lamongan. Namun dalam operasionalnya dikeluhkan oleh keluarga pasien, yang disampaikan ke GEMPAR.

"Ada keluarga dari pasien yang suspect covid-19. Nama pasiennya Widya Setyaningsih. Dia dirawat di RS Darurat Covid Lamongan tepatnya di ruang isolasi 5. Kondisi pasien selama dirawat di RS Darurat Covid-19 Lamongan sempat 3 hari tidak ada kunjungan dokter sama sekali, bahkan terlihat ruangan yang berantakan," kata Aris Gunawan.

"Jika memang harus bayar, pihak. keluarga mau, tentunya dengan diberi obat dan pelayanan yang layak, tidak dibiarkan saja di ruangan dengan minim perawatan, hanya diberi oksigen dan cairan (infus) saja," lanjut Aris.

"Pasien yang di RS Darurat Covid-19 kesannya menunggu meninggal. Ruangan kotor," kata Aris.

Dikatakan Aris, keluhan tersebut tidak hanya dialami oleh ibu Widya, tapi banyak pasien di dalam yang mengeluh karena kurangnya pelayanan dari tenaga kesehatan (nakes).

"Di dalam ruangan, seorang nenek ada yang meninggal, tapi lama dibiarkan. Mental pasien yang disampingnya sempat turun yang berakibat pada menurunnya imun mereka. Juga sempat pasien yang masih muda menolong yang lebih tua untuk membantu ke kamar mandi, pernah kejadian sampai meninggal pun, perawat dipanggil berjam-jam baru datang keruangan," ujar Aris dengan nada prihatin.

Aris membandingkan pelayanan RS Covid-19 dengan RS Petro di Kabupaten Gresik, yang sama-sama jadi rujukan pasien covid-19.

"Di RS Petro pelayanannya bagus. Hampir 2 jam sekali, ada perawat yang kontrol ke ruangan," katanya.

Untuk itu, harapan Aris, tenaga kesehatan lebih memperhatikan pasien. Begitu juga masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan karena banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien covid-19. (did)

Video suasana salah satu ruangan isolasi pasien covid-19 di RS Darurat Lamongan