RS Wijaya Wiyung Diduga Telantarkan Pasien Negatif Covid-19

RS Wijaya Wiyung Diduga Telantarkan Pasien Negatif Covid-19

Hariyadi di salah satu ruangan di RS. Wijaya Wiyung

Prorakyat.co - Koko merasa kecewa terhadap manajemen Rumah Sakit (RS) Wijaya Wiyung, Kota Surabaya. Kekecewaannya itu dicurahkan lantaran ayahnya bernama Hariyadi (53 tahun) tidak mendapat layanan rumah sakit tersebut.

Hariyadi merupakan warga Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Dia dibawa ke RS Wijaya pada Rabu (21/7/2021).

Menurut Koko, sakit yang diderita ayahnya ialah stroke. Namun pihak rumah sakit ogah memberikan layanan dan menelantarkannya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Wijaya.

"Ayah saya sakit stroke. Cuma ya ditolak RS karena saturasinya dibawah 90 dan katanya fasilitas RS tidak cukup memadai," ujar Koko.

"Jadi mungkin orang Wijaya mengira ayah saya suspect positif (corona) tanpa tes. Karena tes antigen/swab pada jam itu nggak tersedia. Buka pada jam 8 pagi esoknya," lanjut Koko menerangkan.

Dijelaskan Koko, ayahnya tersebut dibawa ke RS Wijaya sekitar jam 19.00 WIB. Saat itu, dia hanya membawa SIM dan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Untuk KTP ketinggalan karena tergesa-gesa bawa bapak saya. Dari awal masuk jam 7 malam tidak ditangani," katanya.

Setelah lama diduga ditelantarkan di atas kursi roda, barulah sekitar jam 22.32 WIB, dibawa ke Puskesmas Wiyung atas rekomendasi beberapa kenalannya. Di Puskesmas Wiyung, ayahnya dites swab.

"Hasilnya negatif corona," kata Koko. (did)