Mokong, Sudah Dipasang Police Line Masih Nekat Menambang

Mokong, Sudah Dipasang Police Line Masih Nekat Menambang

Dump truk antri untuk diisi materian galian c

Prorakyat.co – Pelaku usaha galian c yang satu ini bisa disebut ‘mokong’. Police line masih terpasang, tetapi nekat melakukan aktivitas usaha penambangan. Ironisnya, usahanya tersebut dilakukan di lahan pertanian, dan diduga tidak dilengkapi izin resmi seperti izin Wilayah Usaha Izin Pertambangan (WIUP), izin usaha pertambangan (IUP), serta izin lainnya.

Aktivitas usaha ini meresahkan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Tim dari Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (GEMPAR). Setelah mendapati pengaduan itu, pada Senin siang, 19 Juli 2021, Tim GEMPAR langsung menuju lokasi usaha galian tersebut.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas galian c yang meresahkan warga di Desa Jatirembe, yang berada di wilayah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Setelah itu, kami bersama Tim mengecek lokasi sebagaimana informasi yang kami terima dari masyarakat,” ujar Aris Gunawan, Ketua Umum GEMPAR yang juga pendiri LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) ini.

Aris menilai, pelaku usaha galian c tersebut bisa disebut nekat. Sebab, di lokasi itu masih terpasang Police Line. Pelaku usaha itu seakan tak mengindahkan adanya Police Line. Saat Tim GEMPAR datang ke lokasi, terdapat beberapa dump truk dan 1 backhoe yang sedang mengisi material yang digali dari areal sawah, kemudian dimasukkan ke bak dump truk tersebut.

“Saat kami tanya apakah ada izinnya, seorang pria bernama Duwan yang mengaku sebagai checker menyebut bahwa usahanya sudah ada izin dari Polres dan Polda. Di lokasi galian c tersebut, informasi yang kami himpun bahwa pada tahun 2019, di lokasi tersebut pernah dihentikan aktivitas galian c, lalu dipasang Police Line. Namun kini kembali beroperasi,” kata Aris.

Aris cukup prihatin karena areal persawahan yang digali cukup dalam, kisaran kedalamannya mencapai 2 meter lebih. Setelah itu, menggunakan backhoe, tanah tersebut dimasukkan ke bak dump truk. Beberapa dump truk yang digunakan untuk mengangkut material galian diantaranya plat nomor K 1380 KA, S 8072 UQ, W 8094 UD, W 8360 C, K 1803 FB, W 9480 UL, serta ada beberapa unit lainnya.

“Saat kami tanya ke seorang sopirnya, dia bilang bahwa material itu dikirim ke Betiring, Kec. Cerme, Kab. Gresik, yang digunakan untuk pengurukan pergudangan. Kata Sugianto, pria yang mengaku sebagai pemilik lahan, bahwa aktivitas galian c tersebut dilaksanakan sudah seminggu lamanya,” kata Aris Gunawan.

Saat meminta keterangan itu, Aris mendapat informasi yang cukup mencengangkan. Yakni dugaan keterlibatan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Duduk Sampeyan. Dijelaskan Aris, backhoe yang digunakan untuk galian itu disebut milik kepala desa berinisial M. Sedangkan penanggungjawab galian c ialah S, seorang pria asal Kecamatan Benjeng.

“Kegiatan pertambangan diduga illegal ini hanya memberi keuntungan kepada pelaku usaha tapi tidak memberi kesejahteran bagi masyarakat sekitar, bahkan meninggalkan kerusakan lingkungan yang sangat fatal. Dan lagi, pelaku usaha galian c diduga illegal ini terhindar dari pajak negara yang seharusnya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini termasuk kategori pengemplang pajak (korupsi),” demikian ditegaskan Aris

“Tidak hanya pelaku galian c diduga illegal tersebut yang kami harapkan bisa diproses hukum, melainkan juga pembeli material hasil galian c tersebut, karena telah melanggar UU no. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya Pasa 69 ayat 3 (lokasi tersebut tidak masuk dalam kawasan pertambangan yang diizinkan),” kata Aris.

Pada saat tinjau lokasi, Sugianto yang mengaku sebagai pemilik lahan mengatakan bahwa aktivitas galian itu dimulai sudah seminggu lamanya. Dia menyebut, galian itu penanggungjawab pelaksananya ialah Sukri, yang merupakan warga sekitar lokasi galian c. 

"Ini sawah saya, sudah seminggu ini digali," ucap Sugianto sambil menata tanah di sawahnya yang sudah digali oleh backhoe. 

Hampir bersamaan, Duwan saat diwawancara menyatakan bahwa galian c itu sudah ada izin

"Kami ada izin dari Polres dan Polda," ungkap Duwan, yang berulangkali dikatakan saat diwawancara untuk memastikan pernyataannya. did)